PPNI Pacitan : Maju, Profesional, Sejahtera PPNI Pacitan : Maju, Profesional, Sejahtera PPNI Pacitan : Maju, Profesional, Sejahtera

Pengambilan STR

A. DAFTAR NAMA STR YANG SUDAH JADI 

1. Tohari
2. Joko Purnomo
3. Eliana Susantika
4. Sugeng
5. Yoga Yuditama
6. Rizky Setyo Anggoro
7. Etik Purwaningsih
8. Saryono
9. Thoriqoh Nirmawan
10. Dian Rosita Nur F
11. Yeni Restiana


Silahkan mengambil berkas di Ruang Perawat UPT Puskesmas Kebonagung.
Mulai hari Senin, 18/09/2017


B. DAFTAR NAMA STR DALAM PROSES


1. Tomy Mega Saputra
2. Antik Linda Ubriyani
3. Murniningsih
4. Titis Pratiwi
5. Trisuma Wiraharja
6. Anita Dwi Fatmawati
7. Susi Krisnawati
8. Joko Purnomo
9. Rozy Mahardika
10. Repit Diana
11. Indah Sulistyoreni
12. Elvita Dwi Istyarini
13. Alif Zainal Muttaqin

KIAT MENGATASI BANYAKNYA BEBAN PEKERJAAN

KIAT MENGATASI BANYAKNYA BEBAN PEKERJAAN


Banyaknya pekerjaan yang dipikirkan, seringkali membuat kita bingung sendiri untuk menyelesaikannya atau harus mengawali dari mana. Situasi seperti ini sebetulnya tidak perlu dialami jika kita tidak menunda-nunda pekerjaan. Kebiasaan menunda akan membuat panik dan kewalahan akibat tekanan dan beban psikologis yang berat sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan, dan nantinya akan menyebabkan kita berdalih tidak mempunyai waktu untuk menyelesaikannya. Maka sebaiknya kita memanfaatkan waktu yang ada, sehingga tidak banyak waktu yang terlewatkan dengan percuma.

Yang sebaiknya dilakukan:

1. Me-review Manajemen Waktu
Untuk memulai perubahan, cek dahulu apa yang salah pada diri kita. Intinya adalah instropeksi diri, apakah selama ini manajemen waktu kita kurang tepat sehingga menjadi amburadul. Kebanyakan orang terlena dengan irama kerja yang rutin dan enggan mengecek apakah manajemen waktunya cukup efektif dan efisien. Kita tidak memikirkan secara detail langkah-langkah yang mesti diambil agar tujuan tercapai.
Coba tinjau kembali kebiasaan yang selama ini kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika merasa kewalahan, apa penyebabnya?. Bagaimana kebiasaan kita selama ini? Apakah porsi untuk kerja sudah kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya? Berapa lama waktu yang kita habiskan untuk bekerja, keluarga dan untuk senang-senang? Untuk mereview, buatlah bagan, dan masukkan aktivitas kita sehari-hari sesuai porsinya. Bagan mana yang paling besar? Puaskah kita dengan bagan tersebut. Berapa banyak waktu terbuang untuk aktivitas kurang berguna. Apakah kita merasa sedih melihat gaya kita menata waktu?. Jika ya, segeralah berubah!

KELELAHAN KERJA

KELELAHAN KERJA

Pengantar
Dalam kehidupan baik dalam keadaan bekerja maupun dalam posisi istirahat sekalipun, istilah lelah maupun kelelahan selalu terdengar. Seperti contoh; “Seorang yang sedang istirahat selalu berkata hari ini merupakan hari yang melelahkan, tapi ada juga yang bekerja dengan tanpa adanya keluhan lelah, namun orang yang melihatnya dapat menilai bahwa dia bekerja cukup lelah”. Lantas ada pertanyaan yang harus dijawab apakah yang dimaksud dengan kelelahan dan lelah tersebut apakah ada perbedaan atau tidak?

Defenisi kelelahan
Kelelahan merupakan hasil proses interpretasi dari orang (pelaku kerja) maupun yang menilai/orang lain, dalam melakukan suatu pekerjaan dengan merasakan dan melihat penurunan fungsi fisiologis tubuh seseorang seperti penurunan kesigapan dan respon. Kelelahan diatur secara sentral oleh otak dengan adanya sistem aktivasi (simpatis) dan inhibisi (parasimpatik).1

Inilah Perbedaan Mendasar Sumpah Profesi Perawat Dan Dokter Yang Menyebabkan Perawat Tidak Kompak

Inilah Perbedaan Mendasar Sumpah Profesi Perawat Dan Dokter Yang Menyebabkan Perawat Tidak Kompak







Diskusi menarik yang mengantarkan kami kedalam larutnya malam tadi di WA Grup Perawat PEDULI Indonesia. Ns Imelda mengawali pembuka dengan menceritakan bagaimana kecemburuannya atas kekompakan sejawat kita, Dokter. Mereka terlihat begitu kompak dan saling mengayomi dan mendukung. Dan, itulah ternyata yang menjadi pembeda Perawat dengan Dokter. Itulah kenapa tulisan “Inilah Perbedaan Mendasar Sumpah Profesi Perawat Dan Dokter Yang Menyebabkan Perawat Tidak Kompak” saya buat.


Banyak situasi yang sesungguhnya sangat kita sadari namun kita belum menemukan solusi. Salah satunya adalah kekompakan. Hal ini sangat terlihat ketika:


Perawat telah menduduki jabatan struktural kadang memperlakukan sejawatnya seolah dia tidak pernah berada pada posisi itu.

Pekerjaan Perawat Masa Kini

Inilah Pekerjaan Perawat Masa Kini, Fakta Mengatakan




Tahukah anda bila berbicara fakta dunia kerja perawat dari sudut pandang “pengamat” yang mengamati pekerjaan perawat setiap hari di rumah sakit memang pekerjaan ini pekerjaan yang “aneh”, bukan begitu ? tidak untuk mendeskreditkan profesi “mulia” ini namun, membicarakan kebiasaan dan kenyataan yang setiap hari terus dilakukan. Terlepas dari benar atau keliru yang kita kerjakan tinggal anda sendiri yang merasakan.

Boleh kita urutkan fakta pekerjaan seorang perawat yang masih di rasakan selalu di lakukan setiap hari yang telah mengaka rmendarah daging di turunkan setiap generasi kegenerasi dan akibat dari kekeliruan “sistem” yang kuat mencengkram profesi keperawatan, dan boleh jadi ketika anda membaca urutanya, anda bisa tertawa, tergelitik, meng-iya-kan, mengerutkan dahi, megkritisi tulisan saya atau sampai jungkir balik pun terserah, karena hingga kini fakta nyatanya perawat itu:

1. Setiap hari mengurusi kebutuhan dasar pasien khususnya (BAK, BAB)  / Kadang orang bilang kok mau ngurusin kerjaan kaya gituaan, itukan bau, kotor,  menjijikan kok mau sih?

Proses Asuhan Keperawatan

Proses Asuhan Keperawatan– Sebelum membuat Asuhan Keperawatan, Perlu di ketahui cara menentukan proses asuhan keperawatan, beberapa hal yang terdapat di dalam proses membuat asuhan keperawatan di antaranya: pengumpulan data, data subyektif, data obyektif, metode pengumpulan data, diagnosa keperawatan, tujuan diagnosa keperawatan, langkah-langkah penentuan diagnosa keperawatan, klasifikasi dan analisa data,  interpretasi data, validasi data, perumuskan diagnosa keperawatan, tahap perencanaan, rencana perawatan.
PROSES ASUHAN KEPERAWATAN, LANGKAH-LANGKAH PROSES ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan dan merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien.
Pengkajian merupakan dasar utama dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan pasien. Oleh karena itu pengkajian yang akurat, lengkap, sesuai dengan kenyataan, kebenaran data sangat penting dalam merumuskan suatu diagnosa keperawatan dan memberikan pelayanan keperawatan sesuai dengan respon individu
DATA DASAR DAN FOKUS
Data dasar adalah kumpulan data yang berisikan mengenai status kesehatan klien,

KONSEP DASAR KEPERAWATAN

KONSEP DASAR KEPERAWATAN
By Ns. Antonio Domingos Moreira, S.Kep.

  1. I.                    PROSES KEPERAWATAN
Ilmu  keperawatan di dasarkan pada suatu teori yang sanga luas.
Proses Keperawatan 
è  Metode
è Dimana suatu konsep diterapkan dalam praktik Keperawatan
è Bisa di sebut sebagai suatu pendekatan Problem – Solving yang memerlukan ilmu, teknik dan ketrampilan interpersonal dan di tujukan untuk memenuhi kebutuhan Klien dan Keluarga.
è Proses Keperawatan terdiri dari ; 5 tahap yang berhubungan :
  1. Pengkajian
  2. Diagnosis
  3. Perencanaan
  4. Pelaksanaan
  5. Dan Evaluasi
è Tahap tersebut berintegrasi terhadap fungsi Intelektual Problem - Solving dalam mendefinisikan suatu tindakan Perawatan.
è Proses Keperawatan merupakan lima tahap proses konsisten sesuai dengan perkembangan profesi keperawatan ( pertama kali oleh Hall, 1955 ).

Bagaimana Membuat Diagnosa Keperawatan yang Akurat

Bagaimana Membuat Diagnosa Keperawatan yang Akurat

Perawat harus mampu :
1) Mengumpulkan data yang valid dan berkaitan
2) Menganalisis data ke dalam kelompok
3) Membedakan diagnosa keperawatan dari masalah kolaboratif
4) Merumuskan diagnosa prioritas

KOMPONEN DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Problem (masalah)
   Tujuan penulisan pernyataan masalah adalah menjelaskan status kesehatan atau masalah kesehatan klien secara jelas dan sesingkatkan mungkin. Karena pada bagian ini dari diagnose keperawatan mengidentifikasi apa yang tidak sehat tentang klien dan apa yang harus diubah

Cara Penulisan Askep Yang Baik

Cara Penulisan Askep Yang Baik


Sebelum menyusun suatu asuhan keperawatan yang baik, kita harus memahami langkah langkah dari proses keperawatan. Proses perawatan merupakan suatu metode bagi perawat untuk Memberikan asuihan keperawatan kepada klien. Beberapa pengertian proses kaparawatan adalah sebagai berikutSuatu metoda pemberian asuhan keperawatan yang sistematis dan rasional (Kozier, 1991)Metoda pemberian asuhan keperawatan yang terorganisir dan sistematis, berfokus pada respon yang unik dari individu terhadap masalah kesehatan yang actual dan potensial (Rosalinda,1986)Suatu aktifitas yang dinamika dan berkelanjutan yang meliputi interaksi perawat klien dan proses pemecahan masalah (Schultz dan Videbeck).Proses keperawatan bukan hanya sekedar pendekatan sistematik dan terorganisir melalui enam langkah dalam mengenali masalah-masalah klien, namun merupakan suatu metode pemecahan masalah baik secara episodic maupun secara linier. Kemudian dapat dirumuskan diagnosa keparawatannya, dan cara pemecahan masalah.Adapun karakteristik dari proses keperawatan antara lain:Merupakan kerangka berpikirdalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien, keluarga, dan komunitas.
Bersifat teratur dan sistematis.
Bersifat saling bergantung satu dengan yang lain
Memberikan asuhan keperawatan secara individual
Klien menjadi pusat dan menghargai kekuatan klien

FORMAT PENULISAN ASUHAN KEPERAWATAN

FORMAT PENULISAN ASUHAN KEPERAWATAN

PROSES KEPERAWATAN

PENGKAJIAN

Tanggal pengkajian : ……………………..……….

1. BIODATA

Nama (inisial)
:

Umur
:

Jenis kelamin
:

Agama
:

Suku
:

Status
:

Pekerjaan
:

Alamat
:

Tgl Masuk
:

No. Register
:

Dx medis
:


2. RIWAYAT KESEHATAN

  1. Riwayat Penyakit Sekarang
-       Alasan datang
-       Keluhan utama
  1. Riwayat Penyakit Dahulu.

CARA MEMBUAT ASUHAN KEPERAWATAN

CARA MEMBUAT ASUHAN KEPERAWATAN



A.  Pengertian
Asuhan keperawatan merupakan proses atau rangkaian kegiatan pada praktik keperawatan yang diberikan secara langsung kepada klien /pasien di berbagai tatanan pelayanan kesehatan. Dilaksanakan berdasarkan kaidah-kaidah keperawatan sebagai suatu profesi yang berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan,bersifat humanistic,dan berdasarkan pada kebutuhan objektif klien untuk mengatasi masalah yang dihadapi klien.

B.  Tujuan asuhan keperawatan
Adapun tujuan dalam pemberian asuhan keperawatan antara lain
1.  Membantu individu untuk mandiri

Perbedaan Tindakan Delegasi dan Mandat

 Dalam UU No. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan disebutkan bahwa Tugas dan wewenang perawat adalah pemberi asuhan keperawatan, penyuluh dan konselor bagi klien, pengelola pelayanan keperawatan, peneliti keperawatan, pelaksana tugas berdasarkan pelimpahan wewenang, dan atau pelaksana tugas dalam keadaan keterbatas tertentu. Selanjutnya disebutkan perawat dalam menjalankan tugas sebagai pemberi asuhan keperawatan dibidang upaya kesehatan perorangan, perawat berwenang melakukan
  1. melaukan pengkajian keperawatan secara holistik
  2. menetapkan diagnosisi keperawatan
  3. merencanakan tindakan keperawatan
  4. melaksanakan tindakan keperawatan

KEPERAWATAN DASAR SECARA UMUM

KEPERAWATAN DASAR SECARA UMUM
Asuhan Keperawatan merupakan proses atau rangkaian kegiatan pada praktik keperawatan yang diberikan secara langsung kepada klien/ pasien di berbagai tatanan pelayanan kesehatan. Dilaksanakan berdasarkan kaidah-kaidah Keperawatan sebagai suatu profesi yang berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, bersifat humanistic,dan berdasarkan pada kebutuhan objektif klien untuk mengatasi masalah yang dihadapi klien.
Menurut Ali (1997) Proses Keperawatan adalah metode Asuhan Keperawatan yang ilmiah, sistematis, dinamis dan terus-menerus serta berkesinambungan dalam rangka pemecahan masalah kesehatan pasien/klien, dimulai dari Pengkajian (Pengumpulan Data, Analisis Data dan Penentuan Masalah) Diagnosis Keperawatan, Pelaksanaan dan Penilaian Tindakan Keperawatan (evaluasi).
Asuhan keperawatan diberikan dalam upaya memenuhi kebutuhan klien. Menurut Abraham Maslow ada lima kebutuhan dasar manusia yaitu:
  Kebutuhan fisiologis meliputi oksigen, cairan, nutrisi
  Kebutuhan rasa aman dan perlindungan

Tindakan Keperawatan Dasar dan Komplek

Tindakan Keperawatan Dasar dan Komplek

TINDAKAN KEPERAWATAN DASAR

Tindakan Keperawatan Dasar Kategori I
    Menyiapkan dahak untuk pemeriksaan
    Menyiapkan hapusan tenggorok dan hidung
    Menyiapkan hapusan mata
    Meyiapkan hasil biopsi untuk pemeriksaan
    Menyiapkan cairan luka (pus) untuk pemeriksaan)
    Membersihkan tempat tidur
    Membuat larutan sabun
    membuat larutan lysol
  

KOMUNIKASI TERAPEUTIK

KOMUNIKASI TERAPEUTIK

PENDAHULUAN
Komunikasi mempunyai banyak sekali makna dan sangat bergantung pada konteks pada saat komunikasi dilakukan. Bagi beberapa orang, komunikasi merupakan pertukaran informasi diantara dua orang atau lebih, atau dengan kata lain; pertukaran ide atau pemikiran. Metodenya antara lain:  berbicara dan mendengarkan atau menulis dan membaca, melukis, menari, bercerita dan lain sebagainya. Sehingga dapat dikatakan bahwa segala bentuk upaya penyampaian pikiran kepada orang lain, tidak hanya secara lisan (verbal) atau tulisan tetapi juga gerakan tubuh atau gesture (non-verbal), adalah komunikasi.
Komunikasi merupakan suatu proses karena melalui komunikasi seseorang menyampaikan dan mendapatkan respon. Komunikasi dalam hal ini mempunyai dua tujuan, yaitu: mempengaruhi orang lain dan untuk mendapatkan informasi. Akan tetapi, komunikasi dapat digambarkan sebagai komunikasi yang memiliki kegunaan atau berguna (berbagi informasi, pemikiran, perasaan) dan komunikasi yang tidak memiliki  kegunaan atau tidak berguna

Penanganan pada Orang Pingsan

Penanganan pada Orang Pingsan

  
Kita sering menjumpai orang yang tiba-tiba pingsan, seperti saat upacara bendera, saat lomba grak jalan dan juga ketika ada seseorang yang meninggal kemudian tiba-tiba ada yangpingsan, mungkin dikepala kalian banyak sekali pertanyaan-pertanyaan seputar pingsan, sebenarnya apa sih pingsan itu? Apa sihpenyebab pingsan? Dan kalok ada orang pingsan, pertama kali yang harus kita lakukan itu tuh apa? Tentu pertanyaan tersebut memutari kepala kalian kan ketika melihat ada orang pingsan di depan anda :D Nah daripada kalian terus bingung mending baca artikel ini nih, pasti semua pertanyaan kamu seputar pingsan seperti diatas kejawab semua deh ;) , langsung aja yha berikut penjelasannya...
Pingsan/sinkop adalah suatu kondisi kehilangan kesadaran secara mendadak dan dalam waktu yang singkat. Dalam istilah medis pingsan termasuk dalam periodic unconciousness artinya kesadaran

Peran Perawat Keluarga

Peran Perawat Keluarga


Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang berkumpul dan tinggal di satu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Kualitas kehidupan keluarga yang diukur dari tingkat kemampuan setiap keluarga untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarganya. Tahapan kualitas keluarga tersebut di bagi menjadi 5 bagian diantarnya sebagai berikut :  
  • Keluarga PRASEJAHTERA : keluarga yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, seperti kebutuhan spiritual, sandang, pangan, papan, kesehatan dan KB.
  • Keluarga SEJAHTERA TAHAP I : keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan sosial-psikologisnya. Seperti kebutuhan akan pendidikan, interaksi dalam keluarga, interaksi dengan lingkungan tempat tinggal dan transportasi.
  • Keluarga SEJAHTERA TAHAP II : keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan

Juklak Jabatan Fungsional Perawat

Juklak Jabatan Fungsional Perawat
 Permenpan dan RB 2014




JUKLAK PERMENPAN DAN REFORMASI BIROKRASI RI NOMOR 25 TAHUN 2014
(PERATURAN BERSAMA MENKES DAN KA BKN NOMOR 5 TAHUN 2015, NOMOR 6 TAHUN 2015 )
Jenjang Jabatan Fungsional terdiri atas :
Perawat Keterampilan, yaitu :
Perawat Terampil, pangkat Pengatur, ( II/c ) ; dan Pengatur Tk.I, ( II/d )
Perawat Mahir, pangkat : Penata Muda, (III/a) ; dan Penata Muda Tk.I, (III/b)
Perawat Penyelia, Pangkat : Penata, (III/c) ; dan Penata Tk.I, (III/d)
Perawat Keahlian, Yaitu :
Perawat Ahli Pertama, pangkat : Penata Muda, (III/a) ; dan Penata Muda Tk.I, (III/b)

Jenjang Jabatan, Pangkat, Golongan Ruang Perawat


 Terbaru : Jenjang Jabatan, Pangkat, Golongan Ruang Perawat berdasarkan Permenpan RB No. 25 Tahun 2014

Jika anda adalah seorang perawat, maka artikel ini perlu anda baca untuk mengetahui Jenjang Jabatan, Pangkat, Golongan Ruang Perawat yang terbaru berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Perawat dan Angka Kreditnya.

Sebelum peraturan ini diterbitkan, peraturan yang mengatur tentang jabatan fungsional perawat adalah Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 94 Tahun 2001 tentang Jabatan Fungsional Perawat dan Angka Kreditnya.


Kiat Sukses Menghadapi Tes Psikometri Calon Petugas Kesehatan Haji Indonesia

Kiat Sukses Menghadapi Tes Psikometri Calon Petugas Kesehatan Haji Indonesia

Pendahuluan

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-undang No.13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji maka Petugas Kesehatan Haji Indones ia (PKHI ) harus memenuhi persyaratan kompetensi, pengalaman, integritas dan dedikasi yang dilakukan melalui seleksi secara profesional, oleh karena itu pelaksanaan rekrutmen PKHI dilaksanakan berdasarkan asas keadilan, transparan, profesionalitas, dan akuntabilitas.

Dalam rangka pelaksanaan ibadah haji Tahun 2017, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyelenggarakan rangkaian kegiatan seleksi calon petugas kesehatan haji Indonesia, Saat ini proses seleksi telah sampai pada pemeriksaan berkas persyaratan calon PKHI oleh tim rekrutmen, apabila berkas yang dikirimkan oleh peserta valid dan memenuhi syarat maka peserta seleksi akan mendapatkan undangan melalui akun masing masing untuk melakukan tes psikometri di rumah sakit yang telah di tunjuk oleh pemerintah.

Rumus Rumus Keperawatan

Hitungan ternyata tidak hanya terdapat dalam pelajaran statistik saja, seperti matematika. Melainkan dalam dunia keperawatan juga ada yang namanya Rumus Keperawatan, yang mempelajari hitungan-hitungan seputar keperawatan dan dunia kesehatan. Rumus-rumus ini sangat penting untuk diketahui dan dipelajari lho… Nah, untuk lebih jelasnya lagi, silahkan baca disini, SELAMAT MEMBACA… SEMOGA BERMANFAAT…^_^
  1. Maternitas
  2.  Menghitung HPHT /Taksiran Persalinan (Rumus Naegle)
Hari + 7,  Bulan -3, Tahun + 1
  1. Menghitung Usia Kehamilan
Rumus Mac Donal :
TFU (cm)  = tuanya kehamilan dalam bulan
3,5 cm
  1.  
X (Bulan) = Tgl pemeriksaan – HPHT
UK    = X x 4 ⅓
  1. Menghitung Usia kehamilan

Sekilas

Penanganan pada Orang Pingsan

Penanganan pada Orang Pingsan     Kita sering menjumpai orang yang tiba-tiba pingsan, seperti saat upacara bendera, saat lomba grak ...

Popular Posts